Tema Paper / Karya Tuis Ilmiah bisa berdasarkan isu di bawah ini :

Hilirisasi Sebagai Lompatan Kemajuan Bangsa?
 Indonesia merupakan negara dengan berbagai kekayaan yang beragam, mulai dari kekayaan hayati dan juga non-hayati. Negeri yang diberkahi dengan wilayah yang 2/3-nya merupakan perairan ini dipersatukan dalam bentuk gugusan kepulauan. Dalam Peta Jalan Hilirisasi Strategis disebutkan terdapat 8 sektor serta 21 komodtas yang akan fokus diberikan nilai tambah guna melakukan akselerasi untuk menjadi negara High Income Country (BKPM, 2022). Maka dari itu apabila menilik 8 sektor dan 21 komoditas yang akan dihilirisasi maka terdapat peluang nilai investasi sebesar USD545,3 miliar atau setara dengan Rp8.179,5 triliun sampai dengan tahun 2040.
 

Komoditas yang masuk dalam 21 komoditas yang masuk dalam Peta Jalan Hilirisasi Strategis yakni:

1.    Batu Bara
Batubara dapat diolah menjadi produk turunan, baik sebagai bahan baku industri maupun sumber energi seperti Dimethyl Ether (DME), Methanol, Synthetic Gas, Hidrogen dan Amonia. Saat ini, beberapa industri hilir batubara telah selesai dibangun, yaitu briket batubara, pembuatan kokas, dan upgrading batubara

2.    Nikel
Dalam laporan yang dibuat oleh BKPM (2023), nilai ekspor akibat hilirisasi dari komoditas nikel melonjak 745% yakni mencapai USD33,81 miliar atau Rp504,2 triliun pada tahun 2022.

3.    Timah
Indonesia merupakan produsen logam timah terbesar kedua (setelah China) dengan kontribusi sekitar 25% dari total produksi dunia. Saat ini hanya sekitar 3% dari produksi timah Indonesia yang diserap pasar domestik. Dan sekitar 90% produksi timah Indonesia berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurut Amir (2023), hilirisasi timah Indonesia saat ini menghadapi tantangan di tiga area utama, yakni ekosistem industri pelanggan akhir, teknologi dan tenaga kerja, serta dukungan finansial.

4.    Tembaga
Pemanfaatan tembaga sendiri sangat luas, di antaranya untuk bangunan dan infrastruktur, transportasi dan alat berat, peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, dan otomotif. Ketahanan cadangan tembaga dunia untuk memenuhi permintaan global adalah 44 tahun, sementara cadangan tembaga Indonesia dapat mencukupi kebutuhannya sendiri selama 26 tahun. Jadi, pemanfaatan katoda tembaga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi harus mulai dilakukan di dalam negeri.

5.    Bauksit
Bumi Indonesia cukup kaya akan bauksit, bahan tambang untuk industri aluminium ingot. Deposit di Indonesia sekitar 1,2 miliar ton atau sekitar empat persen dari cadangan dunia dengan tiga smelter bauksit yang sudah beroperasi, Indonesia kini mampu memproduksi sekitar dua juta ton per tahun smelter grade alumina, 

6.    Besi Baja
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nonmigas RI ke China didominasi oleh besi dan baja dalam dua tahun terakhir. Hal itu seiring dengan berjalannya program hilirisasi.

7.    Emas Perak
Indonesia mempunyai peranan penting dalam penyedia­an bahan baku dunia, hal ini sejalan dengan posisi Indonesia pada tahun 2022 sebagai negara dengan cadangan emas terbesar keenam di dunia (Databoks 2023). Hilirisasi emas, diharapkan dapat mendongkrak kinerja emas Indonesia di mata dunia dan juga meningkatkan investasi safe-haven

8.    Aspal Buton
Tujuan utama hilirisasi aspal Buton adalah untuk mengolah bahan baku aspal alam yang terdapat di pulau Buton menjadi aspal Buton ekstraksi guna mengsubstitusi aspal impor.  Aspal Buton perlu diolah terlebih dahulu menjadi aspal Buton ekstraksi, karena kandungan bitumen yang berada di dalam pori-pori batuan aspal alam Buton hanya sekitar 20-30%.

9.    Minyak Bumi
Rencana hilirisasi migas ini sudah masuk dalam Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis. Hitungan Kementerian Investasi/BKPM, kebutuhan investasi untuk membiayai hilirisasi migas berjumlah US$ 68,1 miliar hingga 2040 nanti.

10. Gas Bumi
Menurut Lahadalia (2023), proyek hilirisasi ini akan membuka lapangan pekerjaan sekitar 12-13 ribu dari konstruksi yang dilakukan oleh Air Products and Chemicals, serta sekitar 11-12 ribu untuk yang dilakukan di hilir oleh Pertamina.

11. Sawit
Menurut Ardika (2024), keuntungan yang telah didapatkan dari program hilirisasi industri kelapa sawit, antara lain, optimalisasi penyerapan hasil produksi petani rakyat (smallholder), penyediaan bahan pangan, nonpangan, dan bahan bakar terbarukan, hingga membangkitkan ekonomi produktif berbasis industri pengolahan. Selain itu, hilirisasi industri sawit juga mampu meningkatkan perolehan devisa negara dari ekspor produk hilir, berkontribusi pada keuangan negara melalui penerimaan pajak dan bukan pajak, serta menyuplai kebutuhan dunia terhadap pangan dan energi (feeding and energizing the world).

12. Kelapa
Upaya mendorong hilirisasi produk kelapa berkelanjutan, telah dilakukan pula jalinan kerjasama melalui kemitraan strategis kelapa dengan berbagai negara, untuk makin memperkuat hilirisasi produk kelapa telah dilakukan berbagai upaya pertukaran informasi, dan teknologi dalam mengatasi masalah di sektor industri kelapa dengan menerapkan nilai-nilai yang menjaga lingkungan, bernilai ekonomi, dan sosial.

 13. Karet
Program hilirisasi karet dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelamatkan perkebunan karet di sana. Terlebih, perkebunan karet mulai ditinggalkan akibat menurunnya harga komoditas itu sejak satu dekade terakhir. Meski demikian, masyarakat pemilik perkebunan karet juga harus mulai berbenah. Karena berdasarkan informasi dari beberapa pabrik pengelolaan karet, kualitas karet milik masyarakat itu berada di bawah standar.

14. Biofuel
Menurut Tjakrawan (2023), industri biodiesel sebagai salah satu produk turunan biofuel telah dimulai sejak 2005. Adapun hingga saat ini biodiesel berkontribusi sebesar 30% pada solar. Penghematan devisa diperkirakan mencapai sekitar US$ 10,75 miliar atau setara dengan Rp 161 triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.653.974 orang dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 34,9 juta ton CO2e.

15. Kayu Log
Konsumsi bahan baku terbesar dalam industri furnitur dan kerajinan nasional mayoritas disumbang oleh kayu sebesar 65,6%, sementara sisanya disumbang oleh panel, rotan, metal dan lainnya. Namun, Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan tingkat utilitas industri furnitur dan kerajinan senilai Rp22 triliun akan semakin menguat jika pasokan kayu berkualitas disediakan bagi industri ini.

16. Getah Pinus
Getah pinus mempunyai pasar yang sangat potensial. Secara global, getah pinus bernilai lebih dari USD 10 Milyar lebih. Sektor hulu ini memperkerjakan sekitar 14.100 orang. Namun jika dilihat dari industri keseluruhan, nilai tambah getah pinus mencapai USD 55 Milyar dengan serapan tenaga kerja 186.000 jiwa. Dalam Konferensi Pine Chemical Association (2019), di Vancouver, Canada disebutkan bahwa pertumbuhan nilai pasar dari industry getah pinus ini melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi global. 

17. Udang
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mendorong penguatan industri udang dari hulu hingga hilir. Langkah itu dimaksudkan agar ekspor komoditas tersebut masuk ke pasar regional dan global secara kompetitif.

18. Perikanan
Menurut Dirga (2024), hilirisasi jadi strategi yang tepat, dengan semakin meningkatnya konsumsi di dalam negeri. Hanya saja, imbuh dia, hilirisasi harus dilakukan dengan menetapkan komoditas fokus utama.

19. Rajungan
Hilirisasi produk rajungan akan digunakan guna meningkatkan perekoomian masyarakat karena akan memberikan beragam nilai tambah telah diberikan pada produk perikanan guna menerapkan penangkapan berkelanjutan dan juga ramah lingkungan guna menarik minat konsumen.
 
20. Rumput Laut
Industri rumput laut dinilai mampu menghasilkan banyak produk turunan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah. Saat ini, Indonesia menjadi penghasil rumput laut terbesar nomor dua di dunia, negara eksportir karagenan keenam di dunia, dan negara eksportir agar ketujuh di kancah global.

21. Garam
Menurut Arif, peningkatan kinerja tersebut erat kaitannya dengan kestabilan harga garam di Indonesia. Di mana pada tahun 2022 lalu, harga garam cenderung baik yang berdampak pada kinerja perusahaan dan juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani garam. Adapun upaya lain yang telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan antara lainbersama petani garam, masyarakat sekitar, dan stakeholder berupaya melakukan pemberantasan mafia impor garam.

Mekanisme alur Hilirisasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
         
Gambar 1. Ilustrasi Komoditas Hilirisasi Indonesia (Emitennews.com)


Gambar 2. 17 Poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (BAPPENAS RI, 2018)


Gambar 3. Ilustrasi Hilirisasi Komoditas Pertanian (Dulohupa.id)


(Sumber : Info Lebih Lanjut)